Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

IKN Kantongi Investasi Rp3,74 Triliun, Rusun ASN hingga Fasilitas Bisnis Segera Dibangun

Kamis, 15 Oktober 2026, Oktober 15, 2026 WIB Last Updated 2026-10-14T17:40:23Z
GONESIA – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali mendapat dukungan investasi melalui kerja sama pemerintah dengan badan usaha serta keterlibatan investor swasta. Sejumlah proyek perumahan aparatur sipil negara (ASN) hingga fasilitas bisnis dan komersial disiapkan untuk mendukung pengembangan kawasan ibu kota baru tersebut.

Otorita IKN menandatangani sejumlah perjanjian kerja sama di kawasan Glamping, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Rabu (14/10/2026).

Dalam kerja sama tersebut, pembangunan delapan menara rumah susun untuk ASN memiliki nilai investasi mencapai Rp2,629 triliun. Selain itu, terdapat lima investasi swasta dengan nilai keseluruhan Rp1,11 triliun yang mencakup berbagai sektor usaha.

Investasi swasta tersebut meliputi bidang pangan, industri mebel, kegiatan komersial, kuliner, olahraga, serta penyediaan fasilitas pendukung kawasan IKN.

Sebelumnya, pada 6 Oktober 2026, Otorita IKN juga menjalin kerja sama dengan PT Intiland Development Tbk untuk pembangunan 109 rumah tapak bagi ASN. Proyek tersebut memiliki nilai investasi sebesar Rp2,819 triliun.

Dengan demikian, nilai investasi dari proyek-proyek yang disebutkan dalam rangkaian kerja sama tersebut mencapai sekitar Rp6,56 triliun.

Lima perusahaan yang terlibat dalam investasi swasta pada penandatanganan 14 Oktober 2026 adalah PT Berdikari (Persero), PT Java Teak Indo, PT Indonesia Belt Road High Tech Development Park, PT Laziz Nusantara Grup, dan PT FYP Karya Perdana.

Pembangunan IKN Libatkan Investor Swasta

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa pembangunan Nusantara tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah juga mendorong pembiayaan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), investasi swasta, serta hibah.

Menurut Basuki, keterlibatan berbagai pihak dalam pembangunan IKN diharapkan dapat mempercepat realisasi proyek sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Ia juga menilai pembangunan kawasan Nusantara berpotensi menciptakan lapangan pekerjaan baru yang dibutuhkan masyarakat di sekitar wilayah tersebut.

Dukungan terhadap proyek pembangunan ini turut disampaikan Direktur Utama PT Nindya Karya, Firmansyah. Ia menyebut kepercayaan yang diberikan kepada perusahaannya merupakan tanggung jawab untuk menghasilkan pembangunan berkualitas.

Firmansyah menegaskan komitmen perusahaannya untuk menghadirkan hasil pembangunan yang memberikan manfaat bagi Otorita IKN, bangsa, dan negara.

Melalui kerja sama pemerintah dan sektor swasta, pembangunan Nusantara diharapkan tidak hanya memperkuat infrastruktur pemerintahan, tetapi juga mendorong pertumbuhan kegiatan ekonomi serta membuka peluang usaha baru di kawasan ibu kota baru Indonesia.

Iklan

iklan